Memprotes Tuhan

Harakatuna

26/04/2018

2
Min Read

On This Post

Sebagai orang beriman, tentu kita meyakini adanya hari akhirat. Saat itulah setiap orang akan ditimbang amal yang telah diperbuatnya di dunia. Jika lebih berat yang baik maka akan ditempatkan yang baik. Namun jika timbangan lebih dominan keburukannya, maka tempat akhirnya buruk pula. Berikut ada sebuah riwayat dari Nabi Muhammad saw yang mengisahkan beberapa orang yang mengajukan protes kepada Tuhan.

Pada hari kiamat ada empat orang yang bisa mengajukan protes kepada Allah swt. Mereka adalah orang tuli, orang gila, orang pikun, dan orang yang meninggal dunia di masa tidak ada nabi yang diutus (fatrah).

Orang tuli mengajukan protesnya, “Tuhanku, Islam telah datang, namun aku tidak bisa mendengar (ajaran Islam) sedikit pun”.

Lalu giliran orang gila mengajukan alasannya, “Tuhanku, Islam telah datang, akan tetapi aku tidak berakal dan anak-anak kecil melempariku dengan kotoran”.

Tak lama orang pikun menyusul dengan pernyataan ‘pledoi’-nya “Tuhanku, Islam telah datang padaku, tetapi akalku tidak sempurna”.

Orang yang meninggal pada zaman fatrah juga menyatakan keberatannya, “Tuhanku, tidak ada Rasul yang datang padaku”.

Kemudian Allah swt membuat perjanjian dengan mereka agar mereka mentaatinya. Lalu mereka pun diperintah, “masuklah neraka, siapapun diantara kalian yang (berhak) memasukinya akan merasakan dingin dan selamat (dari siksa). Sedangkan yang tidak (berhak) memasukinya, maka akan dikeluarkan dan dipindah ke surga”

Ahmad, Al-Baihaqi dan Bazar dari Abu Hurairah

Leave a Comment

Related Post