Umumnya kata rasūl diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia dengan ‘utusan’. Pun hal nya demikian dalam al-Quran, kata tersebut tidak jauh berarti dari utusan. Namun dalam al-Quran kata ini hanya memiliki dua makna yang dimaksud, yakni; para nabi (rasul) dan malaikat.
Kata Rasūl Sebagai Malaikat
Dari 59 kali pengulangan kata rasūl berbentuk nakirah dalam al-Quran, hanya dua saja yang berarti malaikat. Dua ayat tersebut ada pada QS al-Syūrā: 51 & QS al-Takwīr: 19.
Allah swt menerangkan beberapa cara penyampaian wahyu pada seorang nabi ataupun rasul dalam QS al-Syūrā: 51. Salah satu dari cara-cara tersebut adalah Allah swt mengirimkan rasūl ‘utusan’ berupa malaikat yang membawa wahyu bagi seorang nabi maupun rasul.
﴿وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ﴾ [الشورى: 51]
Menurut Abu Bakar al-Jazāꞌirī dalam Aysar al-Tafāsīr ketika menafsirkan kata rasūl, Allah mengutus malaikat dalam wujud manusia untuk menyampaikan pesan Allah swt yang berupa wahyu. Setelah sebelumnya Allah swt menerangkan ilmu dan kekuasaan-Nya berupa menciptakan segala sesuatu yang Dia kehendaki baik laki atau perempuan maupun betina jantan. Dia swt melanjutkan dengan rahasia ilmu yaitu wahyu. Hal ini senada dengan pembahasan pada permulaan surah yakni wahyu.
Di samping itu, Allah swt juga menegaskan bahwa al-Quran adalah ucapan-Nya yang diucapkan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad. Oleh karena itu, kata rasūl dalam QS al-Takwīr: 19 memiliki arti lebih khusus daripada QS al-Syūrā: 51.
﴿إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ﴾ (19) ﴿ذِي قُوَّةٍ عِنْدَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ﴾ [التكوير: 19، 20]
Dalam Mafātīh al-Ghaib, al-Rāzī menerangkan bahwa makna QS al-Takwīr: 19 bahwa yang dimaksud adalah Malaikat Jibril as utusan yang menyampaikan wahyu al-Quran. Dikuatkan lagi oleh riwayat al-Ṭabarī dari Qatadah bahwa arti rasūl dalam ayat ini ialah Jibril as. Pendapat ini juga menjadi kuat setelah adanya indikator yang mengarah pada makna tersebut yaitu ayat setelahnya. Memang secara sepintas ayat tersebut seakan-akan mengindikasikan bahwa al-Quran adalah ucapan rasūl, malaikat Jibril as. Namun hal ini dibantah oleh al-Biqāʻī dalam Naẓm al-Durar, jika memang al-Quran ucapan Jibril as, maka tidak akan memakai kata rasūl. Sebab kata rasūl mengindikasikan bahwa ucapan itu berasal dari Yang mengutus rasūl, utusan yang tugasnya hanya menyampaikan apa yang diminta oleh pengutusnya.
Kata Rasūl Sebagai Para Nabi dan Rasul.
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, kata rasūl juga mempunyai arti yang sudah umum di kalangan ʻawām umat Islam. Arti umum ini adalah ‘manusia laki-laki merdeka sehat secara jasmani dan rohani yang diberi wahyu berupa syariat yang harus disampaikan untuk diamalkan’, demikian al-Baijūrī menerangkan. Kata rasūl memang berarti asal utusan. Karena seorang rasul adalah ‘utusan Allah swt’.
Arti umum kata rasūl berasal dari bahasa yang sering dipakai al-Quran. Berdasarkan data yang ditemukan penulis, mayoritas kata rasūl berarti para nabi dan rasul ‘utusan Allah swt untuk menyampaikan risalah-Nya’. Penemuan ini sebenarnya bukan hal yang mengejutkan. Karena memang sudah maklum adanya demikian.
Kata rasūl yang bermakna para nabi dan rasul disebutkan dalam al-Quran sebanyak 56 kali. Di antaranya QS al-Baqarah: 87, 101, 129 & 151, QS Ăli Imran: 49, 81, 144, 164 & 183, QS al-Nisāꞌ: 64 & 79, QS al-Māꞌidah: 70 & 75, QS al-Aʻrāf: 61, 67 & 104, QS al-Taubah: 128, QS Yūnus: 47, QS al-Raʻd: 38, QS Ibrāhīm: 4, QS al-Ḥijr: 11, QS al-Naḥl: 36 & 113, QS al-Isrāꞌ: 15, 93, 94 & 95, QS Maryam: 51 & 54, QS Ṭāhā: 134, QS al-Anbiyāꞌ: 25, QS al-Ḥajj: 52, QS al-Muꞌminūn: 32, QS al-Furqān: 41, QS al-Syuʻarāꞌ: 107, 125, 143, 162 & 178, QS al-Qaṣāṣ: 47 & 59, QS Yāsīn: 30, QS Ghāfir: 34 & 78, QS al-Syūrā: 51, QS al-Zukhruf: 29, QS al-Dukhān: 13, 17 & 18, QS al-Żāriyāt: 52 , QS al-Ṣaff: 6, QS al-Jumʻah: 2, QS al-Ṭalāq: 11, QS al-Ḥāqqah: 40, QS al-Jinn: 27, QS al-Muzzammil: 15 dua kali, dan QS al-Bayyinah: 2.
Dari sekian kata rasūl yang berarti para nabi dan rasul memang terlihat biasa-biasa saja. Namun patut kita cermati bahwa setiap kata rasūl memiliki indikator tertentu. Dalam artian beberapa kata rasūl tersebut mengindikasikan pada beberapa nama rasul tertentu. Setelah menempuh kajian mendalam selama berhari-hari, penulis menemukan 30 kata rasūl dalam al-Quran yang dimaksudkan bagi nabi dan rasul tertentu. Adapun 27 kata rasūl lainnya memiliki maksud arti rasul secara arti umum.
Berdasarkan dari data tersebut, 16 kata rasūl menunjukkan pada nama Nabi Muhammad saw dengan berbagai indikator secara tersurat maupun tersirat. Sedangkan 14 kata rasūl lainnya mengindikasikan kepada nama-nama rasul lainnya. Perinciannya sebagaimana berikut;
- Nabi Nuh as dua kali; QS al-Araf: 61 & QS al-Syuara: 107, Nabi
- Nabi Hud as tiga kali; QS al-Syuara: 125, QS al-Muminun: 32 & QS al-Araf: 67
- Nabi Shaleh as satu kali; QS al-Syuara: 143
- Nabi Luth as satu kali; QS al-Syuara: 162
- Nabi Syuaib as satu kali; QS al-Syuara: 178
- Nabi Musa as tiga kali; QS al-Dukhan: 17, QS Maryam: 51 & QS al-Araf: 104
- Nabi Ismail sekali; QS Maryam: 54
- Nabi Isa as dua kali; QS Ali Imran: 49 & QS Al-Maidah 75









Leave a Comment