Kedepankan Pendekatan Lembut guna Hadapi Terorisme

Harakatuna

23/02/2018

1
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Jakarta. Indonesia memiliki dua metode guna menangani tindak pidana terorisme, yakni penegakan hukum dan pendekatan secara lembut (soft approach) melalui program deradikalisasi.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali Inspektur Jenderal Petrus Reinhard Golose dalam seminar bertajuk ‘Cara Terbaik Menangani Terorisme’ yang diprakarsai Mahasiswa Program Doktoral STIK/PTIK. Dalam seminar itu, Petrus menggantikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebagai pembicara.

“Indonesia telah mencoba untuk melakukan tindakan yang berhasil dengan dua pendekatan yaitu penegakan hukum dan soft approach,” kata Petrus di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Kamis (22/2/2018).

Ia mengatakan, teroris yang telah ditangkap lebih banyak kontra ideologi tentang nilai jihad. “Akhirnya pola pikir akan menjadi kontrol untuk fungsi yang akan permanen dan melibatkan semua fungsi kognitif, afektif, dan tingkah lakunya,” jelasnya.

Petrus mengklaim pola penanganan terorisme yang dilakukan di Indonesia selalu mengedepankan aspek law enforcement dan soft approach, serta menghormati hak asasi manusia.

“Deradikalisasi itu sama seperti minum obat. Ada yang langsung sembuh, ada juga yang sembuh pelan-pelan. Tapi, kita harus muncul antibodi juga,” pungkasnya.

Sumber : Okezone.com

Leave a Comment

Related Post