Serial Pengakuan Eks Napiter (C-XXXVII): Mantan Napi Teroris Ali Fauzi Selesaikan Studi Doktor di UMM

Dr. (c) Khalilullah, S.Ag., M.Ag.

03/02/2023

3
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Terorisme menjadi masalah umum yang tidak kunjung terselesaikan. Semakin ditekan laju perkembangan terorisme, bukan semakin selesai, tapi semakin menjadi-jadi. Tapi, jika tidak ditekan, perkembangan terorisme semakin meningkat.

Menekan laju terorisme atau deterorisme berpengaruh besar terhadap berkurangnya angka terorisme. Berkurangnya angka terorisme dapat dilihat dari banyaknya pelaku teroris yang sudah hijrah dan memilih untuk kembali ke jalan yang benar.

Seorang asal Indonesia yang hijrah dari terorisme adalah Ali Fauzi. Dia berhasil menyelesaikan sidang disertasi di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Penelitian yang diteliti dalam program doktoralnya adalah ”Edukasi Moderasi Beragama Bagi Para Mantan Napiter”.

Penelitian doktoral Ali memang berfokus pada subjek eks napiter. Hal ini dimulai dari proses perekrutan, radikalisasi, hingga aksi berupa penembakan dan pengeboman. Ia menilai pemahaman Islam mereka pada teks yang tidak sesuai dengan konteks Indonesia telah menenggelamkan ke gerakan radikal fundamental yang berujung pada terorisme.

Moderasi beragama (wasathiyah al-Islam), bagi Ali, membuat siapapun, termasuk pelaku terorisme, membuka pikiran dan sadar. Hal ini terutama akan hak-hak orang lain yang berbeda pemahaman maupun agama di Indonesia. Pemaknaan Islam secara moderat dan humanis ternyata menenangkan batin bagi kehidupan mantan napiter.

Selain itu, pengabdian Ali terhadap bangsa ini juga dapat dilihat dari yayasan yang dibangun bernama Yayasan Lingkar Perdamaian. Yayasan ini bertujuan untuk membawa pulang mantan napiter ke NKRI, memberikan pembinaan di lapas, serta memberdayakan mereka melalui pelatihan life skill. Bahkan, juga memberikan bantuan pendidikan bagi anak-anaknya dan juga para janda yang ditinggal suaminya.

Langkah yang dilakukan Ali lewat lembaga tersebut merupakan langkah solutif yang membangun. Korban terorisme butuh diberi pemahaman tentang ajaran Islam yang benar dan dibantu masalah ekonominya. Dengan cara itulah mereka akan berhenti dari terorisme. Bisa jadi mereka gabung jadi teroris, karena faktor kekurangan ekonomi.

Apa yang dilakukan Ali mendapat respon positif dari banyak pihak. Di antara, Direktur Program Pascasarjana UMM, Profesor Akhsanul In’am, yang mengapresiasi disertasi yang disusun oleh Ali Fauzi. Hal itu tidak lepas dari pembahasan terkait moderasi beragama. Baginya, kajian tersebut sangat penting untuk dibahas serta dibagikan ke masyarakat.

Lebih dari itu, In’am menyampaikan, UMM selalu memberi kesempatan bagi siapa pun untuk belajar dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik, tidak terkecuali mantan teroris seperti Ali Fauzi. Sebab, UMM dapat memberi wawasan yang luas dan pengetahuan sesungguhnya dalam beragama.

Sebagai penutup, cerita Ali dapat dijadikan teladan, karena ia berani mengambil sikap yang tegas dalam melakukan hijrah dari terorisme kepada moderatisme yang benar. Ia berani melakukan deterorisme dalam tugas doktoralnya.[] Shallallah ala Muhammad.

*Tulisan ini disadur dari cerita mantan napiter Ali Fauzi yang dimuat di media online Republika.co.id

One response to “Serial Pengakuan Eks Napiter (C-XXXVII): Mantan Napi Teroris Ali Fauzi Selesaikan Studi Doktor di UMM”

Leave a Comment

Related Post