Harakatuna.com. Palngka Raya – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FPKT) Kalimantan Tengah (Kalteng) menilai mudahnya akses informasi digital perlu dibarengi dengan filter.
“Banyak informasi dengan narasi yang tidak konstruktif, bertebaran di platform digital termasuk media sosial. Hal tersebut, perlu penyaringan agar tidak mudah dikonsumsi begitu saja tanpa filter,” kata Ketua Bidang Agama, Sosial Ekonomi dan Budaya pada FKPT Kalteng, M. Roziqin, Sabtu, 6 Agustus 2022.
Menurutnya, pada dunia pendidikan, peran ini setidaknya menjadi beban moral para guru untuk mengingatkan, meluruskan narasi yang tidak baik.
“Guru sebagai orangtua kedua diluar rumah, harus siap berperan sebagai tumpuan klarifikasi, tempat mengadu para siswa, harus memiliki wawasan yang luas dan bijak,” sebut dia.
Bahkan saat ini, tambahnya, indoktrinasi bibit radikalisme dan terorisme, menggunakan jalur medsos dan menargetkan usia pelajar.
Moderasi beragama memiliki peran penting sebagai model pemahaman dan sikap yang berada di tengah-tengah (wasathan), toleransi terhadap perbedaan pendapat yang lain, tidak memaksakan tafsir kebenaran tunggal seakan yang lain salah semua. (








Leave a Comment