Setelah sebelumnya telah mengupas bismillah kata per kata hingga seri keempat, kini saatnya kita membahas kata al-Rahmân yang selalu ada dalam bismillah.
Kata al-Rahmân –selain alif lâm– terdiri dari empat huruf, yaitu râ’, hâ’, mîm, dan nûn. Ini hanya dari segi penulisan. Sejatinya ada huruf alif setelah huruf mîm yang sengaja dibuang sebagai bentuk keringanan saat membaca. Sehingga pada umumnya tulisan al-Rahmân adalah الرحمن. Namun boleh-boleh saja jika alif setelah mîm dituliskan.
Dari asal katanya, al-Rahmân masih seakar dengan rahmah yang berarti kasih sayang. Hanya saja rahmah berbentuk kata benda abstrak (mashdar) atau kata kerja yang dibendakan. Sementara al-Rahmân merupakan kata sifat yang menjadi pelaku dari sifat kasih sayang.
Bentuk al-Rahmân sendiri merupakan kata sifat yang tidak pada umumnya. Sebab lazimnya kata sifat pelaku akan ber-wazn-kan fâ’il sehingga standar umumnya adalah râhim dengan alif setelah râ’ tanpa yâ’ di belakang hâ’. Sehingga bentuk al-Rahmân ini ditengarai oleh para mufasir mempunyai makna lebih dari umum.
Tidak heran jika para mufasir banyak yang menafsirkan al-Rahmân dengan Dzat Maha Pengasih yang memberi nikmat bagi seluruh makhluk-Nya di dunia baik mukmin maupun kafir. Sehingga rahmat Allah swt lebih luas meliputi siapapun dan apapun.
Sementara itu ada juga yang memandang al-Rahmân sebagai Dzat Pemberi bagian nikmat yang pokok-pokok saja. Nikmat yang semua makhluk rasakan mulai nikmat sehat, nikmat penglihatan, pendengaran, nikmat Iman, nikmat Islam dsb. Berbeda dengan al-Rahîm yang hanya terbatas pada nikmat yang terperinci.
Akhirnya al-Rahmân merupakan sifat Allah swt yang paling utama. Sifat Allah swt yang menjadi nama pertama-Nya yang indah (asmaul husna). Al-Rahmân merupakan nama yang hanya berhak disandang oleh-Nya. Berbeda dengan kata-kata sifat rahmah lainnya semisal rahîm ataupun râhim yang bisa disandang oleh makhluk-Nya sebagaimana Nabi Besar Muhammad saw yang digelari dengan raûf rahîm. Oleh karenanya Allah swt adalah Dzat Maha Paling Pengasih di antara para pengasih (Wa Huwa Arham al-Râhimîn). (Ali Fitriana)









Leave a Comment