Kepala BNPT Sebut Anak Muda Rentan Terpengaruh Paham Radikalisme

Harakatuna

07/09/2021

2
Min Read
Kepala BNPT Sebut Anak Muda Rentan Terpengaruh Paham Radikalisme

On This Post

Harakatuna.com. Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) , Komjen Boy Rafli Amar mengatakan anak muda sangat rentan terpengaruh paham radikalisme dan terorisme.

Kalangan muda yang tidak bisa dipisahkan dengan media sosial membuat mereka dengan sangat mudah mendapat berbagai informasi. Termasuk juga disinformasi, hoaks dan propaganda yang berkecama di media sosial.

Menghadapi kondisi yang serba tuntutas sebagaimana demikian ini, seluruh elemen masyarakat tidak boleh tinggal diam. Masyarakat diharapkan bersama dengan pemerintah lakukan pencegahan radikalisme, teroris dan intoleransi di tengah masyarakat.

Salah satu upaya yang mungkin bisa dikerjakan bersama adalah mengarahkan dan mendidik kader penerus bangsa ini dengan paham yang benar. Karena itulah perlu adanya edukasi untuk mengeliminir hal tersebut.

“Masyarakat khususnya anak muda sangat rentan terpengaruh paham radikalisme dan terorisme untuk itu perlu adanya edukasi agar mereka dapat memfilter konten-konten negatif,” ujar Boy dikutip dari laman resmi BNPT pada Senin (6/9/2021).

Hal tersebut dikatakan Boy saat menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Ikatan Saudagar Muslim Se-Indonesia (ISMI) dan The Habibie Center, beberapa waktu lalu.

BNPT mengajak kelompok masyarakat/sosial (civil society) untuk ikut bekerja sama dalam rangka penanggulangan terorisme. Semakin banyak elemen masyarakat sipil terlibat dalam penanggulangan teorisme maka itu semakin baik.

“Semakin banyak civil society yang menjalain kerja sama sama dengan BNPT ini menjad modal luar biasa utamanya untuk mengeliminir radikal intoleransi dan Radikal terorisme,” imbuh Boy.

Selain fokus di bidang edukasi seperti pendidikan dan pelatihan wawasan kebangsaan, riset dan kajian potensi eadikal, pelaksaan RAN-PE, MoU ini juga berisi pemberdayaan ekonomi kepada mitra deradikalisasi dalam hal kewirausahaan.

Di bidang ekonomi, kerja sama BNPT dan dua lembaga tersebut adalah pelaksanaan teknologi, inovasi dan kewirausahaan (Teknosa), pelaksanaan ekosistem ekonomi dan pengembangan kerja sama, pembinaan, kemajuan dan kemandirian UMKM.

Kerjasa dan sinergitas yang terus dibangun oleh BNPT adalah untuk menjamin terselamatkannya anak cucu bangsa ini dari kejahatan radikalisme dan terorisme. Setidaknya mereka tidak tertulari dengan virus yang sangat membahayakan ini.

Leave a Comment

Related Post