Ini Tiga Lahan Subur Radikalisme di Kota Bogor

Harakatuna

12/11/2017

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Bogor. Peneliti Countering Violent Extremism (CVE) dan Analis Politik Timur Tengah Muhammad Syauqillah mengatakan, Kota Bogor menjadi salah satu wilayah untuk pelatihan militer oleh berbagai kelompok radikal. Argumentasinya logistik dan akses Bogor memadai, selain itu ada fakta sosial bahwa dukungan masyarakat Bogor atas gagasan Kilafah cukup besar.

Kata Syauqillah, penyebaran radikal di Bogor berada di tiga tempat dan ketiganya menjadi lahan subur radikalisme di Bogor. Ketiga tempat ini kemudian menjadi sarana mobilisasi gerakan dan kaderisasi anggota.

“Ketiga tempat itu adalah Masjid, kampus dan pesantren. Tiga tempat inilah yang rentan dalam penyebaran gagasan intoleran dan radikal, yang pada lanjutannya mengarah pada aksi terorisme,” kata Syauqillah baru-baru ini di Jakarta.

Pernyataan ini disampaikan Syauqillah, berdasar ringkasan dari studi pendahuluan yang akan terus dikembangkan Setara Institute. Data juga dikumpulkan oleh peneliti sejak Juli-Oktober 2017 dengan pendekatan covert indepth interview sebagai model penelitian yang paling memungkinkan dilakukan.

Kata Syauqillah, Masjid menjadi sarana efektif menjaring masyarakat dengan berbagai segmentasi sosial. Sedangkan pesantren dan kampus adalah institusi pendidikan, dimana para pemuda menjadi kelompok rentan objek gerakan radikalisme.

“Penyebaran gagasan radikal mendapatkan tantangan dari organisasi masyarakat (ormas) keagamaan berhaluan moderat untuk menghalau laju diseminasi pemahaman radikal, mamun masih terdapat kendala infiltrasi gerakan ketika pemahaman radikal berada di kampus dan masjid-masjid yang berlokasi di perumahan,” jelas Syauqillah.

Netralnews.com

Leave a Comment

Related Post