Redam Radikalisme dengan Cara Cegah Eksklusivitas Kelompok

Harakatuna

21/03/2021

2
Min Read
Radikalisme

On This Post

Harakatuna.com. Jakarta  Peneliti dari The Habibie Center Sopar Peranto menegaskan untuk meningkatkan program berbasis komunitas untuk cegah eksklusivitas kelompok. Dalam hal ini yaitu di sektor keagamaan. Hal ini bertujuan untuk meredam radikalisme dan ekstremisme di tengah kehidupan masyarakat.

“Tingkatkan program-program berbasis komunitas yang menguatkan kohesi sosial dan solidaritas perlu terus berlanjut. Hal ini untuk mengurangi meningkatnya eksklusivitas kelompok di masyarakat yang berujung radikalisme selama pandemi,” kata Sopar Peranto dalam diskusi bertema ‘Covid-19, Demokrasi, dan Ekstremisme di Indonesia di kanal Youtube The Habibie Center, Jumat 19 Maret 2021.

Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Wahid juga pernah menekankan hal ini. Menurut Alissapraktik agama yang eksklusif adalah aspek yang memicu terjadinya intoleransi dan radikalisme. Ini adalah gambaran bagaimana pemikiran eksklusif menjadi cikal bakal radikalisme.

Ia memberikan contoh seperti kasus intoleransi di dunia pendidikan yang sempat terjadi di bulan Januari  tahun 2021. Seorang siswi non muslim diwajibkan mengenakan jilbab di SMKN 2 Padang. Sikap itu menunjukkan adanya indikasi pemikiran radikalisme di dunia pendidikan.

“Soal seragam, formalisasi seragama khusus keagamaan itu bagian dari sini (agama eksklusif), tentang dunia pendidikan, ruang untuk menyemai nilai-nilai kebangsaan Indonesia,” kata Alissa.

Alissa juga menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan masyarakat yang memahami cara untuk mengelola diri mereka sendiri dalam beragama sampai dengan memiliki wawasan yang luas.

“Apa yang dibutuhkan oleh Indonesia saat ini, kita butuh warga bangsa yang tentu dia cakap mengelola dirinya dan kehidupannya, dia punya kearifan Indonesia dan dia punya wawasan global. Ini harus kita pastikan bahwa masyarakat Indonesia itu berwawasan global, tetapi akar kearifan Indonesia itu sangat penting,” kata Alissa.

One response to “Redam Radikalisme dengan Cara Cegah Eksklusivitas Kelompok”

Leave a Comment

Related Post