Harakatuna.com. Moskow – Pemerintah Rusia menangkap sejumlah anggota Hizbut Tahrir dalam operasi khusus kemmarin. Kegiatan yang melibatkan Dinas Keamanan Federal (FSB) dan Pengawal Nasional. Sementara itu, dan juga hadir Kementerian Dalam Negeri. Peristiwa ini terlaksan di sepuluh wilayah di Rusia.
“Anggota organisasi aktif secara online, menyebarkan ide-ide terorisme Islam, berdasarkan intoleransi terhadap agama lain, di antara penduduk Rusia, dan merekrut Muslim Rusia ke dalam jajaran organisasi teroris internasional,” kata keterangan FSB dikutip dari Kantor Berita TASS, Jumat, 19 Februari 2021
Operasi ini berlangsung di Krimea, Moskow, St. Petersburg, Primorsky, Krasnodar, Bashkortostan, Dagestan, Oryol, Kaluga, dan wilayah Ivanovo. “Kami telah menahan anggota organisasi teroris Hizbut Tahrir, yang tak dapat ijibn di Rusia, di sepuluh wilayah negara itu,” kata FSB.
Pasalnya, Pemerintah Rusia telah menetapkan Hizbut Tahrir sebagai organisasi terlarang. FSB menjelaskan doktrin organisasi Hizbut Tahrir ingin mendirikan kekhalifahan dunia. Bersamaan dengan itu, meraka juga ingin menggulingkan pemerintah sekuler melalui kudeta militer dan revolusi Islam.
Walau demikian, ateri propaganda Hizbut Tahrir yang terlarang, peralatan komunikasi, dan perangkat penyimpanan digital. Ini semua berada di rumah para tersangka yang sedang proses hukum. Investigasi kriminal sedang dalam pemantauan.
Sedangkan Proses pidana terhadap para anggota Hizbut Tahrir terlaksan sejak hari ini. Selama ini Pengadilan Meshchansky Moskow, yang memproses salah satu tersangka Khairarov O. “Dia didakwa (berpartisipasi dalam organisasi yang dianggap teroris),” bunyi keterangan pers pengadilan.
Anggota Hizbut Tahrir itu bakal menghadapi hukuman dengan ancaman 20 tahun penjara berdasarkan aturan Rusia.








Leave a Comment