GP Ansor Semarang Gelar Simposium Kebangsaan Cegah Radikalisme di Media Sosial

Harakatuna

20/09/2019

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Semarang – Arus perkembangan teknologi informasi yang kian pesat, mengakibatkan proses digitalisasi di berbagai sendi kehidupan semakin tidak terbendung. Di satu sisi percepatan tersebut memberikan dampak progresif bagi meluasnya pengetahuan masyarakat terhadap berbagai hal. Akan tetapi, di sisi lain, tanpa adanya pondasi pengetahuan yang kokoh dan daya filter yang baik, masyarakat hanya akan dibawa pada alur pikir keliru dan menyesatkan akibat truth clime yang berpotensi besar melahirkan paham radikalisme dan intoleran. Maka tugas baru kita hari ini adalah cegah radikalisme dan intoleransi tersebut.

Platform media sosial semacam Facebook, Twitter, Instagram, dan lain sebagainya kerapkali digunakan oleh kelompok-kelompok kepentingan tertentu. Yaitu untuk menyebarkan paham yang sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai luhur persatuan, kemanusiaan, dan ke-bhinnekatunggalika-an yang kita anut. Parahnya, kelompok tersebut memakai topeng konsep-konsep agama untuk tujuan daya tarik dan menyebarkan paham menyesatkan. Sehingga mempermudah  mereka membuat pertentangan dengan nilai keagamaan, seperti yang mereka sebut sebagai “hijrah” tetapi hanya secara lahiriah.

Jihad GP Ansor Cegah Radikalisme

Merespon fenomena sosial keagamaan di atas, GP Ansor bekerja sama dengan berbagai lembaga keislaman menggelar Simposium Kebangsaan dengan tema “Pencegahan Radikalisme di Media Sosial”. Acara yang digelar di Gedung Aula Balai Pemuda Semarang, hari Ahad (22/9) mendatang ini, bertujuan untuk memberikan pemahaman secara komprehensif mengenai bagaimana sebenarnya paham radikalisme telah disebarkan melalui media sosial.

“Acara ini sangat penting untuk kita gelar dalam rangka memberikan pengetahuan secara mendalam dan menyeluruh mengenai gerakan dan penyebaran paham radikalisme di media sosial, dan yang paling penting adalah bagaimana masyarakat kita bisa melakukan filterisasi dan pencegahan terhadap radikalisme di media sosial,” demikian penuturan Ketua Panitia Simposium Kebangsaan, Dimas, Jumat (20/9).

Acara ini akan mengundang sejumlah tokoh dan pakar di bidangnya, Anggota Presidium Mafindo Farid Zamroni M; Penulis Buku Daulah Islamiyah dalam Al-Qur’an dan Assunnah M. Najih Arromadhoni; Ketua BANAAR Kota Semarang Abdurrahman; dan Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah H. Sholahuddin Aly.

Dalam Simposium Kebangsaan ini, semua peserta akan mendapat berbagai bingkisan menarik dari panitia penyelenggara, salah satunya masing-masing peserta akan mendapatkan buku Daulah Islamiyah dalam Alqur’an dan Sunnah karya M. Najih Arromadhoni, dan dibagikan secara cuma-cuma alias GRATIS. Peserta Simposium Kebangsaan ini juga terbuka untuk semua kalangan umum dan juga tanpa dipungut biaya apapun alias GRATIS.

Related Post