Diperkirakan 15000 Jamaah Hadiri Jawa Barat Bermunajat

Harakatuna

25/01/2019

3
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Bandung-Tensi politik belakangan terlihat makin keras dan memanas menjelang Pilpres pada 17 April 2019 mendatang. Kalangan elite politik tampak telah melakukan banyak manuver demi memenuhi ambisi kekuasaan yang diinginkan. Sayangnya, maneuver tersebut dilakukan secara bias  dan banyak menabrak aturan yang berlaku, fitnah, hoax dan lainnya sehingga menimbulkan kegaduhan di  masyarakat.

Merespon hal tersebut, Arus Informasi Santri Jawa Barat (AIS Jabar) bekerjasama dengan Harakatuna  menyelenggarakan kegiatan bertema “Jawa  Barat Bermunajat untuk Keselamatan Negeri”, bertempat di Masjid Raya Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 26 Januari 2019. Jamaah yang akan hadir pada kegiatan munajat bersama ini diperkirakan sebanyak 15000  orang, yang terdiri dari pengurus DKM masjid, majelis taklim, pesantren, santri dan masyarakat umum.

Ketua panitia kegiatan, Ahmad Faruk menuturkan bahwa kegiatan tersebut diadakan sebagai bentuk ikhtiar anak bangsa dalam mengharap ridha Allah agar Pilpres mendatang dapat berlangsung secara teduh, damai dan bermartabat. Di samping itu, lanjut Faruk, kegiatan ini juga memohon ketenangan dan kesejahteraan bangsa pada Allah dengan harapan terwujudnya Indonesia sebagai negeri yang baldatun thayyibatun warabbun ghafur.

“Tentukita sepakat bahwa memiliki kampung halaman yang sejahtera dan aman adalah impian semua orang, karena kita ketahui di banyak negara konflik telah terjadi perang besar-besaran. Sementara negara lain sering ditimpa bencana, gempa, tsunami, kemarau panjang dan semacamnya, sehingga penting kita melaksanakan kegiatan doa bersama,” terangFaruk, saat diwawancarai Harakatuna, di Bandung, Kamis (24/1/2019).

Selainitu, Faruk juga menyinggung mengenai keadaan politik menjelang Pilpres 2019 ternyata sudah banyak kejadian-kejadian yang membuat semakin panas dan gaduh. Politisasi masjid, fitnah, hoax dan ujaran kebencian kerapkali digunakan pihak tertentu untuk memenangkan calonnya. “Melalui keegiatan seperti ini paling  tidak kami berharap bisa mendinginkan suasana dan menentramkan masyarakat supaya masyarakat bisa sadar bahwa persatuan lebih penting daripada gesekan kepentingan di antara masyarakat, terlebih hajat pesta demokrasi dapat berlangsung lancar, damai dan penuh kegembiraan,” harap Faruk.

Di sampingitu, kegiatan munajat bersama masyarakat Jawa Barat ini juga akan diisi dengan beragam acara lain, seperti deklarasi bersihkan masjid dari kegiatan politik praktis, stop penyebaran hoaks, fitnah dan ujaran kebencian untuk Jawa Barat, serta berbagai acara lainnya.

Jawa Barat Bermunajat ini akan dihadiri Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil, TGB Zainul  Majdi, Walikota Bandung, Oded M. Danial, Pimpinan PP. Assalam Bandung, Habib Syarief Muhammad Alaydrus, Ketua DKM Masjid Raya Jabar, KH.Mukhtar Ganda Atmaja, Habib Umar Assegaf, Rais Aam Jatman, Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, Kapolda Jawa Barat, Agung Budi Maryanto, Majelis Dzikir  RI 1, Habib Salim Jindan Baharun; Pangdam III Siliwangi, Mayjend TNI Tri Soewandono, dan Ketua MUI Jawa Barat, Prof. Dr. KH. Rahmat Syafe’i.(Mihrob)

Leave a Comment

Related Post