Serangan Drone di Sekitar Bandara Baghdad Ancam Keamanan Penjara Tahanan ISIS

Ahmad Fairozi, M.Hum.

16/03/2026

2
Min Read
Serangan Drone di Sekitar Bandara Baghdad Ancam Keamanan Penjara Tahanan ISIS

On This Post

Harakatuna.com. Baghdad – Pemerintah Irak mengeluarkan peringatan serius terkait meningkatnya serangan pesawat tanpa awak (drone) yang menargetkan kawasan sekitar Baghdad International Airport. Intensitas serangan tersebut dikhawatirkan mengancam stabilitas keamanan di Al-Karkh Central Prison, penjara yang menampung ribuan tersangka anggota kelompok teroris Islamic State.

Juru Bicara Kementerian Kehakiman Irak, Ahmed Laibi, menyatakan bahwa area bandara dan kompleks penjara menjadi sasaran serangan berulang dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, situasi semakin mengkhawatirkan karena sejumlah proyektil jatuh sangat dekat dengan perimeter fasilitas penahanan tersebut.

“Beberapa serangan menghantam area yang sangat dekat dengan fasilitas itu. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap dampak keamanan pada penjara yang menampung narapidana teroris berisiko tinggi,” kata Ahmed Laibi dalam pernyataan resmi, Minggu (15/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa puncak serangan terjadi pada Sabtu (14/3), ketika proyektil dilaporkan menghantam titik yang sangat krusial di sekitar kompleks tersebut. Penjara Al-Karkh sendiri memiliki sejarah panjang sebagai fasilitas penahanan militer yang sebelumnya dikenal dengan nama Camp Cropper, sebelum akhirnya diserahkan kepada pemerintah Irak.

Risiko keamanan di fasilitas ini meningkat setelah Amerika Serikat memindahkan sekitar 5.700 tahanan ISIS dari Suriah ke Irak pada Februari lalu. Seluruh tahanan tersebut kini ditempatkan di Penjara Al-Karkh, menjadikannya salah satu lokasi paling sensitif di ibu kota Baghdad.

Kehadiran ribuan tahanan dengan risiko tinggi membuat pemerintah Irak meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah.

Sejak ketegangan regional meningkat, sejumlah kelompok bersenjata yang memiliki afiliasi dengan Iran dilaporkan hampir setiap hari meluncurkan serangan drone dan roket. Target utama serangan tersebut adalah fasilitas dan pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di kompleks Bandara Internasional Baghdad.

Meski demikian, otoritas keamanan Irak telah memperketat pengamanan di sekitar area bandara dan penjara, termasuk dengan menambah patroli serta menerapkan berbagai langkah preventif.

Namun, jatuhnya proyektil di dekat sel tahanan teroris berisiko tinggi tetap menimbulkan kekhawatiran serius. “Insiden ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap keamanan fasilitas penahanan masih sangat nyata dan membutuhkan pengawasan yang lebih ketat,” ujar Laibi.

Pemerintah Irak menilai situasi tersebut tidak hanya berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di Baghdad, tetapi juga dapat berdampak pada keamanan regional jika tidak segera ditangani secara serius.

Leave a Comment

Related Post