Gubernur DKI Ajak Warga Jaga Toleransi jelang Nyepi dan Idulfitri 1447 H

Ahmad Fairozi, M.Hum.

16/03/2026

2
Min Read
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengajak masyarakat untuk menjaga toleransi serta memperkuat keharmonisan antarumat beragama menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang waktunya berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Menurut Pramono, kedekatan waktu dua hari besar keagamaan tersebut dapat menjadi momentum untuk mempererat kerukunan masyarakat di Jakarta yang dikenal memiliki keberagaman latar belakang agama dan budaya. “Tahun ini perayaan Nyepi hampir bersamaan, berdekatan dengan perayaan Idulfitri yang sebentar lagi kita jalani bersama. Dua perayaan besar yang memiliki makna mendalam bagi umat Hindu maupun umat Islam. Mudah-mudahan perayaan Nyepi maupun Idulfitri dapat berlangsung dengan baik,” kata Pramono di Jakarta, Minggu (15/3/2026). Ia mengajak seluruh masyarakat Jakarta untuk bersama-sama menjaga suasana kota tetap aman, damai, dan kondusif selama rangkaian perayaan keagamaan berlangsung. “Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat dan umat beragama di Jakarta untuk bersama-sama menjaga keharmonisan, toleransi, dan keberagaman agar Jakarta tetap aman, damai, dan kondusif,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu juga berharap umat Hindu di Jakarta dapat menjalankan rangkaian ibadah Nyepi dengan khidmat. Diketahui, Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada tahun 2026 diperingati pada Kamis, 19 Maret 2026. Setelah itu, masyarakat juga akan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang berdasarkan ketetapan pemerintah diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026 dan Minggu, 22 Maret 2026. 25 Persen Kendaraan Telah Tinggalkan Jakarta Sementara itu, Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri) mencatat sekitar 25 persen kendaraan telah meninggalkan Jakarta pada Minggu (15/3/2026), atau hari ketiga pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Kepala Korlantas Polri, Agus Suryonugroho, mengatakan sebagian besar kendaraan yang keluar dari Jakarta menuju wilayah Trans Jawa, Bandung, dan Sumatera. “Yang berada di tol sampai saat ini kurang lebih 25 persen sudah meninggalkan Jakarta, baik menuju Trans Jawa, Bandung, maupun Sumatera,” ujar Agus di Posko Command Center KM 29 Tol Cikampek, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (15/3/2026). Ia menambahkan, kondisi arus lalu lintas hingga Minggu siang terpantau cukup terkendali dan belum terlihat adanya kepadatan yang signifikan. Terkait antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, Agus mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk mengurai kepadatan. Menurutnya, antrean kendaraan terjadi karena adanya pembatasan waktu penyeberangan antara perayaan Nyepi dan Idulfitri. “Kemungkinan masyarakat akan mendahului penyeberangan, baik dari Ketapang maupun Gilimanuk. Namun Kementerian Perhubungan sudah menyiapkan tambahan kapal untuk mengantisipasi hal tersebut,” jelasnya. Pengamanan Mudik melalui Operasi Ketupat 2026 Lebih lanjut, Agus memastikan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 tidak hanya berfokus pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga menjamin keamanan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. “Kami menjamin keberangkatan saat mudik berjalan aman hingga masyarakat sampai di tujuan, bertemu keluarga dengan bahagia, dan kembali dengan selamat,” katanya. Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan sebanyak 161.243 personel gabungan. Dalam operasi tersebut, Polri menyiapkan 2.746 pos yang terdiri atas 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu yang berfungsi sebagai pusat informasi serta pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan. Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada 185.607 objek vital, seperti masjid, lokasi salat Idulfitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara.

On This Post

Harakatuna.com. Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengajak masyarakat untuk menjaga toleransi serta memperkuat keharmonisan antarumat beragama menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang waktunya berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Menurut Pramono, kedekatan waktu dua hari besar keagamaan tersebut dapat menjadi momentum untuk mempererat kerukunan masyarakat di Jakarta yang dikenal memiliki keberagaman latar belakang agama dan budaya.

“Tahun ini perayaan Nyepi hampir bersamaan, berdekatan dengan perayaan Idulfitri yang sebentar lagi kita jalani bersama. Dua perayaan besar yang memiliki makna mendalam bagi umat Hindu maupun umat Islam. Mudah-mudahan perayaan Nyepi maupun Idulfitri dapat berlangsung dengan baik,” kata Pramono di Jakarta, Minggu (15/3/2026).

Ia mengajak seluruh masyarakat Jakarta untuk bersama-sama menjaga suasana kota tetap aman, damai, dan kondusif selama rangkaian perayaan keagamaan berlangsung. “Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat dan umat beragama di Jakarta untuk bersama-sama menjaga keharmonisan, toleransi, dan keberagaman agar Jakarta tetap aman, damai, dan kondusif,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu juga berharap umat Hindu di Jakarta dapat menjalankan rangkaian ibadah Nyepi dengan khidmat.

Diketahui, Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada tahun 2026 diperingati pada Kamis, 19 Maret 2026. Setelah itu, masyarakat juga akan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang berdasarkan ketetapan pemerintah diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026 dan Minggu, 22 Maret 2026.

Leave a Comment

Related Post