Serangan Rudal Iran Hantam Negara-Negara Teluk, Ketegangan Kawasan Memanas

Ahmad Fairozi, M.Hum.

12/03/2026

3
Min Read
Serangan Rudal Iran Hantam Negara-Negara Teluk, Ketegangan Kawasan Memanas

On This Post

Harakatuna.com. Dubai – Ketegangan militer di kawasan Teluk semakin meningkat hingga Kamis (12/3/2026). Beberapa negara di kawasan tersebut, yakni Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, dan Bahrain, melaporkan adanya serangan rudal balistik serta pesawat nirawak (drone) yang diduga diluncurkan oleh Iran.

Pemerintah Iran menyatakan bahwa serangan tersebut ditujukan untuk menghantam kepentingan militer Amerika Serikat di kawasan. Namun, sejumlah laporan menunjukkan bahwa beberapa proyektil justru menghantam atau mengancam area sipil dan fasilitas energi strategis di negara-negara Teluk.

Di kota Dubai, otoritas setempat mengonfirmasi sebuah drone jatuh dan menabrak gedung di kawasan Dubai Creek Harbour. Insiden tersebut sempat memicu proses evakuasi di sekitar lokasi kejadian.

Kantor berita pemerintah kemudian memastikan situasi berhasil dikendalikan sepenuhnya dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, Kementerian Pertahanan UEA menyatakan sistem pertahanan udara mereka terus bekerja untuk menghadapi gelombang serangan yang meningkat sejak akhir Februari.

“Sejak awal konflik pada akhir Februari lalu, sistem pertahanan udara kami telah berhasil mencegat ribuan proyektil yang mengarah ke wilayah negara,” demikian pernyataan resmi Kementerian Pertahanan UEA.

Dalam kurun waktu 24 jam terakhir saja, pertahanan udara UEA dilaporkan berhasil melumpuhkan enam rudal balistik, tujuh rudal jelajah, serta 39 drone. Secara keseluruhan, negara itu mengklaim telah menghadapi 268 rudal balistik dan 1.514 drone sejak eskalasi militer dimulai.

Situasi serupa juga terjadi di Arab Saudi. Militer Saudi melaporkan berhasil menghancurkan lebih dari 18 drone yang terdeteksi di Wilayah Timur. Selain itu, tiga rudal balistik yang diarahkan ke Pangkalan Udara Pangeran Sultan berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.

Satu drone lainnya yang diduga menuju ladang minyak Ladang Minyak Shaybah juga berhasil dihancurkan sebelum mencapai target. Fasilitas energi tersebut merupakan salah satu aset penting bagi industri minyak Arab Saudi.

Di Bahrain, Kementerian Dalam Negeri melaporkan bahwa salah satu serangan menghantam tangki bahan bakar di sebuah fasilitas yang berada di Prefektur Muharraq. Pemerintah setempat menyatakan tim darurat segera diterjunkan untuk mengamankan area dan mencegah dampak lebih luas.

Sementara itu, pemerintah Kuwait mengonfirmasi adanya upaya pencegatan serangan udara yang mengarah ke wilayahnya. Di Qatar, otoritas pertahanan melaporkan berhasil menggagalkan sembilan rudal balistik. Meski demikian, satu rudal dilaporkan jatuh di wilayah yang tidak berpenghuni sehingga tidak menimbulkan korban.

Di tengah meningkatnya eskalasi, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi resolusi yang mengecam serangan rudal Iran terhadap negara-negara Teluk serta Yordania. Resolusi tersebut diajukan oleh Bahrain atas nama Dewan Kerjasama Teluk (GCC).

Pemerintah Arab Saudi dan Qatar menyambut baik langkah Dewan Keamanan PBB tersebut. Kedua negara mendesak Iran agar segera menghentikan eskalasi militer demi mencegah konflik yang lebih luas di kawasan.

“Kami menyerukan agar Iran menghentikan serangan dan kembali ke jalur diplomasi untuk mencegah perang regional yang dapat mengancam stabilitas kawasan,” demikian pernyataan bersama yang disampaikan pemerintah Saudi dan Qatar.

Krisis ini bermula pada 28 Februari lalu ketika Iran melancarkan serangan balasan terhadap operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel. Namun, meluasnya sasaran serangan hingga menyentuh fasilitas sipil dan infrastruktur energi di sejumlah negara Arab memicu kecaman dari berbagai pihak di dunia internasional.

Pengamat menilai serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Teluk berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap stabilitas pasokan energi global serta meningkatkan risiko konflik regional yang lebih besar.

Leave a Comment

Related Post