Harakatuna.com. Teheran — Angkatan Bersenjata Iran secara resmi menyatakan sumpah setia kepada Pemimpin Revolusi Islam yang baru diangkat, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei, pada Senin (9/3/2026). Pernyataan tersebut menandai babak baru dalam dinamika politik dan keamanan Republik Islam Iran setelah pergantian kepemimpinan nasional.
Setelah penetapan Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Revolusi Islam, sejumlah institusi militer utama Iran menyampaikan pernyataan kesetiaan secara terpisah. Lembaga tersebut antara lain Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Kementerian Pertahanan, Dewan Pertahanan, Pasukan Quds IRGC, serta berbagai satuan militer lainnya.
Dalam pernyataannya, jajaran militer Iran menegaskan komitmen penuh untuk mendukung kepemimpinan baru serta menjaga nilai-nilai yang menjadi dasar berdirinya Republik Islam Iran. Pernyataan tersebut juga menekankan kesiapan Angkatan Bersenjata Iran dalam mempertahankan prinsip-prinsip revolusi dan melindungi kedaulatan negara, terutama di tengah situasi keamanan yang dinilai semakin kompleks.
Transisi kepemimpinan ini terjadi pada masa yang dianggap krusial bagi Iran. Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa negara itu tengah menghadapi apa yang disebut sebagai “perang agresi tanpa provokasi” yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan Israel. “Angkatan bersenjata Republik Islam Iran menegaskan kesetiaan penuh kepada Pemimpin Revolusi Islam yang baru dan siap mempertahankan keamanan nasional serta nilai-nilai Islam,” demikian pernyataan salah satu institusi militer Iran.
Sebelumnya, pada Ahad (8/3/2026) malam, Majelis Ahli Iran secara resmi menetapkan Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin baru Revolusi Islam. Ia menjadi pemimpin ketiga sejak berdirinya Republik Islam Iran. Penetapan tersebut dilakukan setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, yang gugur dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Ali Khamenei diketahui telah memimpin Iran selama 37 tahun.
Dalam pernyataan resminya, Majelis Ahli Iran juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah korban lainnya dalam serangan tersebut. Majelis sekaligus mengecam keras serangan yang disebut sebagai agresi brutal Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Majelis Ahli menegaskan bahwa setelah wafatnya Ali Khamenei, lembaga tersebut segera menjalankan tugas konstitusionalnya untuk menentukan pemimpin baru negara. “Segera setelah gugurnya Imam Khamenei, Majelis Ahli langsung memulai proses pemilihan dan pengenalan pemimpin baru sesuai dengan tanggung jawab konstitusionalnya,” demikian isi pernyataan tersebut.
Setelah melalui proses peninjauan yang mendalam serta mempertimbangkan berbagai aspek keagamaan dan politik, Majelis Ahli akhirnya memilih Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Revolusi Islam dengan dukungan mayoritas suara anggota.
Majelis Ahli sendiri merupakan lembaga penting dalam struktur politik Iran yang memiliki kewenangan untuk memilih serta mengawasi kinerja Pemimpin Revolusi Islam. Anggota lembaga tersebut dipilih langsung oleh rakyat Iran dan menjabat selama delapan tahun.








Leave a Comment