Harakatuna.com. Tanjung Selor – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Kalimantan Utara menegaskan komitmennya dalam memperkuat moderasi beragama dan menjaga kerukunan umat di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya yang ada di wilayah tersebut. Hal itu disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Kaltara, Muh. Saleh, dalam keterangannya kepada Radar Kaltara, Kamis (26/2).
Menurut Saleh, kondisi masyarakat Kalimantan Utara yang hidup rukun dan saling menghormati merupakan modal sosial yang sangat berharga dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menilai, suasana damai yang terpelihara hingga kini mencerminkan nilai luhur bangsa sekaligus implementasi ajaran agama yang rahmatan lil ‘alamin.
“Kerukunan yang terjaga dengan baik adalah anugerah sekaligus kekuatan besar dalam membangun daerah. Ini harus kita syukuri dan terus kita pelihara bersama,” ujar Saleh.
Ia menegaskan bahwa perbedaan yang ada di tengah masyarakat bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan secara harmonis. Justru, keberagaman tersebut harus dipandang sebagai kekayaan yang dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
“Kita harus mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah. Dengan begitu, perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan, tetapi menjadi perekat dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Saleh menyampaikan bahwa moderasi beragama harus terus digaungkan sebagai gerakan bersama. Menurutnya, pemahaman keagamaan yang moderat akan mencegah munculnya sikap ekstrem dan intoleran yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial.
Kanwil Kemenag Kaltara, kata dia, mendorong seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, hingga generasi muda untuk menjadikan kerukunan sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi, momentum Ramadan dinilai sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat kebersamaan dan solidaritas sosial.
“Moderasi beragama harus terus kita gaungkan bersama. Dengan semangat Ramadan, mari kita perkuat kebersamaan, saling peduli, dan menjaga harmoni yang telah terbangun dengan baik,” jelasnya.
Ia juga berharap Kabupaten Malinau dapat menjadi teladan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama bagi kabupaten dan kota lain di Kalimantan Utara. Menurutnya, suasana yang kondusif akan memberikan dampak positif terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan kerukunan yang kokoh dan suasana yang kondusif, semoga keberkahan Ramadan semakin dirasakan seluruh masyarakat serta mendorong Malinau menjadi daerah yang maju, damai, dan sejahtera,” pungkas Saleh.








Leave a Comment