Menag: Kerukunan Umat Beragama Fondasi Kedaulatan Bangsa

Ahmad Fairozi, M.Hum.

23/02/2026

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan fondasi utama dalam menjaga kedaulatan bangsa. Komitmen tersebut disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam Perayaan Nasional Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang digelar di Jakarta, Minggu (22/2/2026).

Dalam sambutannya, Menteri Agama menyampaikan salam hormat dari Presiden kepada seluruh umat Khonghucu di Indonesia. Ia menegaskan bahwa negara hadir untuk menjamin setiap warga negara dapat menjalankan keyakinannya dengan aman, damai, dan bermartabat. “Keberagaman Indonesia adalah kekuatan besar yang harus terus kita rawat demi menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Nasaruddin.

Perayaan yang diselenggarakan oleh Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) tersebut berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Dalam kesempatan itu, Menag menekankan bahwa umat Khonghucu telah lama menjadi bagian penting dari mozaik kebangsaan Indonesia. Kontribusi mereka di bidang sosial, budaya, dan pendidikan dinilai memperkaya peradaban nasional.

Menurutnya, perbedaan etnis dan agama bukanlah penghalang, melainkan kekuatan pemersatu. “Persaudaraan kita sebagai bangsa yang utuh tidak boleh sedikit pun terganggu hanya karena perbedaan etnis, agama, suku, dan budaya. Umat Khonghucu telah menjadi bagian sejarah yang tak terlewatkan, memperkaya mozaik peradaban Indonesia,” tegasnya.

Menag juga menilai perayaan Imlek bukan sekadar pergantian kalender, tetapi sarat dengan makna spiritual dan budaya. Ia mengamati bahwa perayaan tahun ini terasa semakin semarak dan diterima luas oleh masyarakat. Fenomena tersebut, menurutnya, mencerminkan kedewasaan bangsa dalam memberi ruang bagi ekspresi kebudayaan dan tradisi yang beragam.

Kementerian Agama turut mengapresiasi peran MATAKIN dalam menjaga harmoni sosial. Nilai-nilai universal dalam ajaran Khonghucu seperti cinta kasih, kepercayaan, dan kejujuran dinilai selaras dengan semangat persatuan dan gotong royong yang menjadi karakter bangsa Indonesia. Prinsip-prinsip tersebut diyakini mampu memperkuat relasi antarkelompok masyarakat.

Semangat kebersamaan juga tercermin dari kehadiran sejumlah pejabat Kementerian Agama, termasuk perwakilan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen. Kehadiran lintas direktorat jenderal ini menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat toleransi dan persaudaraan antarumat beragama.

Turut hadir dalam perayaan tersebut Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Yuliarto, serta Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, bersama sejumlah tokoh agama dan jajaran Kementerian Agama.

Melalui momentum perayaan Imlek 2577 Kongzili ini, pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk membangun masyarakat yang rukun, inklusif, dan saling menghormati sebagai pilar utama dalam menjaga persatuan nasional.

Leave a Comment

Related Post