Harakatuna.com. Jakarta — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka mendorong organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam untuk berperan aktif dalam menjaga persatuan nasional serta mendukung percepatan pembangunan. Hal tersebut disampaikan Gibran saat menerima jajaran pimpinan Persatuan Umat Islam (PUI) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (21/3).
Dalam pertemuan tersebut, Gibran menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menyukseskan agenda pembangunan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. “Partisipasi masyarakat sangat penting dalam pembangunan nasional. Organisasi Islam secara historis telah berkontribusi memperkuat kohesi sosial, menjaga konsolidasi nasional, dan mempercepat upaya pembangunan,” ujar Gibran sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi Sekretariat Wakil Presiden.
Sekretariat Wapres menyebut pertemuan tersebut sebagai forum strategis untuk mempererat koordinasi antara pemerintah dan masyarakat sipil, khususnya dalam mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan di berbagai daerah.
Penguatan kolaborasi antara negara dan kelompok masyarakat, lanjutnya, sejalan dengan delapan misi prioritas Presiden Prabowo yang dikenal sebagai “Asta Cita”. Beberapa di antaranya menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan persatuan nasional, serta pemerataan pembangunan.
Pertemuan itu juga menjadi bagian dari agenda silaturahmi Ramadhan yang dilakukan kepemimpinan baru PUI untuk membangun komunikasi dengan para tokoh nasional sekaligus menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung program pemerintah.
Gibran menyambut baik kepengurusan baru PUI dan mengapresiasi kontribusi panjang organisasi tersebut dalam bidang pendidikan, dakwah Islam, pelayanan sosial, penguatan moderasi beragama, serta promosi persatuan dalam keberagaman.
Sementara itu, Ketua Umum PUI Raizal Arifin menyatakan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memperkenalkan secara resmi jajaran kepemimpinan baru sekaligus memperkuat komunikasi dengan pemerintah. “Kunjungan ini kami maksudkan untuk memperkenalkan kepengurusan baru PUI serta mempererat komunikasi dan sinergi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan nasional,” ujar Raizal.
Ia menjelaskan, PUI yang didirikan pada 1917 memiliki fokus pada kegiatan pendidikan, dakwah, dan kesejahteraan sosial. Menurutnya, organisasi tersebut memiliki rekam jejak panjang dalam mendukung perjuangan bangsa.
Raizal menambahkan, dua tokoh yang terkait dengan PUI, yakni K.H. Abdul Salim dan K.H. Ahmad Sanusi, telah diakui sebagai pahlawan nasional atas kontribusi mereka dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia. “Kami berkomitmen untuk terus mengambil langkah konkret dalam mendukung kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Pemerintah sendiri dalam beberapa waktu terakhir semakin melibatkan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas sosial serta mendorong pertumbuhan inklusif di Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.







Leave a Comment