Harakatuna.com. Islamabad – Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam keras serangan bom mematikan yang terjadi di sebuah masjid di Islamabad dan menyebut aksi tersebut sebagai tindakan “biadab” serta tidak berperikemanusiaan. Kecaman itu disampaikan Putin dalam pesan belasungkawa kepada Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif.
“Pembunuhan terhadap orang-orang yang sedang menjalankan ibadah keagamaan merupakan bukti lebih lanjut dari sifat terorisme yang biadab dan tidak berperikemanusiaan,” kata Putin dalam pernyataan resmi Kremlin, Jumat (6/2).
Dalam pesan tersebut, Putin juga menyatakan solidaritas Rusia kepada rakyat Pakistan serta menegaskan kesiapan Moskow untuk memperkuat kerja sama dengan Islamabad dalam upaya penanggulangan terorisme. Ia menyebut Rusia siap “semakin memperluas kerja sama dengan mitra Pakistan di bidang pemberantasan terorisme” guna menghadapi ancaman bersama.
Selain itu, Presiden Rusia meminta agar “simpati dan dukungan tulus” disampaikan kepada keluarga dan kerabat para korban tewas, serta mendoakan kesembuhan cepat bagi seluruh korban yang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Otoritas Pakistan sebelumnya melaporkan sedikitnya 31 orang tewas dan 169 lainnya luka-luka dalam aksi bom bunuh diri yang terjadi di Imambargah Khadijah-tul-Kubra, sebuah tempat ibadah Muslim Syiah di kawasan Shehzad Town, Islamabad. Pelaku dilaporkan meledakkan bahan peledak setelah dihadang oleh aparat keamanan.
Serangan tersebut juga menuai kecaman dari komunitas internasional. Kementerian Luar Negeri India menyatakan pengeboman di masjid tersebut “patut dikecam” dan menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa.
Namun demikian, New Delhi dengan tegas menolak klaim pemerintah Pakistan yang menuding India terlibat dalam serangan tersebut. Pemerintah India menyebut tuduhan itu “tidak berdasar” dan “tidak bermakna”.
Sebelumnya, Juru Bicara Perdana Menteri Pakistan, Mosharraf Zaidi, menuding India berada di balik serangan tersebut. Ia menegaskan bahwa aksi teror semacam itu tidak akan mengganggu proses pemulihan ekonomi maupun posisi diplomatik Pakistan di kancah internasional.
Menanggapi tudingan tersebut, India kembali membantah dan menyatakan bahwa Pakistan seharusnya tidak “menipu diri sendiri dengan menyalahkan pihak lain” atas persoalan keamanan domestiknya.








Leave a Comment