Kesbangpol Sulbar dan FKPT Perkuat Sinergi Cegah Radikalisme dan Terorisme

Ahmad Fairozi, M.Hum.

07/02/2026

3
Min Read
Kesbangpol Sulbar dan FKPT Perkuat Sinergi Cegah Radikalisme dan Terorisme

On This Post

Harakatuna.com. Mamuju – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat menggelar pertemuan dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulbar guna memperkuat sinergi dan koordinasi dalam upaya pencegahan radikalisme dan terorisme. Pertemuan yang berlangsung di Mamuju tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ideologi serta keamanan masyarakat dari ancaman paham ekstrem.

Kepala Badan Kesbangpol Sulbar, Muhammad Darwis Damir, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum untuk memahami peran strategis FKPT secara lebih menyeluruh. Ia ingin mengetahui pola kerja, jejaring yang dimiliki, serta kontribusi nyata FKPT dalam upaya pencegahan terorisme di wilayah Sulawesi Barat.

“Selain silaturahmi, saya juga ingin lebih memahami sejauh mana peran FKPT selama ini, bagaimana pola kerja dan jejaringnya, serta bagaimana kontribusi konkret FKPT dalam upaya pencegahan terorisme di daerah,” ujar Darwis di Mamuju, Jumat. Menurutnya, pemahaman yang utuh diperlukan agar kolaborasi antarlembaga dapat berjalan lebih efektif dan terarah.

Darwis menegaskan FKPT memiliki posisi penting sebagai mitra strategis Kesbangpol, khususnya dalam pengawasan, mitigasi, serta penguatan kerja sama lintas institusi. Peran tersebut dinilai krusial dalam menghadapi isu ideologi, radikalisme, dan terorisme yang membutuhkan pendekatan kolaboratif dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat daerah.

“Itulah sebabnya FKPT menjadi mitra yang sangat penting bagi Badan Kesbangpol. Saya berharap melalui pertemuan ini kita bisa membangun pemahaman yang sama, menyamakan langkah, dan memperkuat sinergi,” kata Darwis. Ia juga menekankan bahwa ke depan strategi pencegahan tidak boleh bersifat reaktif semata, melainkan harus dirancang secara berkelanjutan.

Menurut Darwis, pemerintah daerah bersama FKPT perlu mendorong strategi pencegahan yang lebih integratif dan mitigatif. Pendekatan tersebut harus berbasis jejaring sosial serta memanfaatkan modal sosial yang tumbuh di tengah masyarakat, sehingga upaya pencegahan radikalisme dan terorisme dapat dilakukan secara dini dan lebih efektif.

Sementara itu, Ketua FKPT Sulbar Muhammad Sahlan menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pengukuran Indeks Kerawanan Terorisme (IKT) atau Survei Risiko Terorisme (SRT). Kegiatan tersebut bertujuan memetakan tingkat risiko, kerawanan, serta potensi terorisme di Sulawesi Barat sebagai dasar perumusan kebijakan pencegahan.

Sahlan menuturkan bahwa dalam konteks kelembagaan, FKPT daerah masih menyesuaikan diri dengan kebijakan di tingkat pusat. Sejumlah indikator program telah ditetapkan sejak awal, sehingga ruang improvisasi daerah relatif terbatas. Meski demikian, FKPT tetap berkoordinasi dengan instansi terkait dan elemen masyarakat, termasuk sektor pendidikan.

“Hasil pengukuran indeks ini nantinya akan disampaikan kepada pemerintah daerah sebagai bahan bersama, guna memberikan gambaran objektif mengenai tingkat risiko dan potensi terorisme di Sulbar, sekaligus menjadi dasar penyusunan program pencegahan yang lebih terukur,” pungkas Sahlan.

Leave a Comment

Related Post