Remaja 14 Tahun di Singapura Ditangkap karena Terpapar ISIS, Sempat Rencanakan Serangan di Bali

Ahmad Fairozi, M.Hum.

29/01/2026

3
Min Read
Remaja 14 Tahun di Singapura Ditangkap karena Terpapar ISIS, Sempat Rencanakan Serangan di Bali

On This Post

Harakatuna.com. Singapura — Pihak berwenang Singapura menangkap seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun yang diduga terpapar ideologi teroris ISIS. Penindakan dilakukan pada Rabu (28/1/2026) setelah remaja tersebut mengunggah konten ekstremis yang menyatakan keinginannya melakukan kekerasan bersenjata di luar negeri dan mati syahid di bawah panji ISIS.

Dalam unggahannya di media sosial, remaja tersebut bahkan mengaku berencana menyiapkan aksi terorisme di Bali sebagai upaya mewujudkan ambisinya untuk gugur sebagai martir bagi ISIS. Atas perbuatannya itu, otoritas Singapura menjatuhkan perintah pembatasan aktivitas berdasarkan Undang-Undang Keamanan Internal (Internal Security Act/ISA).

Melalui perintah pembatasan yang dikeluarkan pada November 2025, remaja tersebut dilarang bepergian ke luar Singapura serta tidak diperbolehkan mengakses media sosial tanpa izin dari pihak berwenang.

Departemen Keamanan Internal Singapura (Internal Security Department/ISD) mengungkapkan bahwa keluarga dan teman sekolah remaja tersebut sebenarnya telah mengetahui pandangan ekstremis yang dianutnya, namun tidak ada yang melaporkan hal tersebut kepada otoritas.

Dikutip dari The Straits Times, pelajar setara kelas 3 SMP itu menjadi remaja berusia 14 tahun ketiga yang ditindak Singapura berdasarkan UU ISA dalam dua tahun terakhir karena keterlibatan dalam aktivitas terkait terorisme.

ISD mencatat, sejak tahun 2020 pihaknya telah menangani sembilan warga Singapura yang terpapar radikalisme ISIS, dengan delapan di antaranya merupakan pemuda berusia 20 tahun ke bawah. ISD pun mengimbau masyarakat agar segera mencari bantuan dan melapor kepada pihak berwenang jika mencurigai orang terdekat terpapar paham radikal.

Dalam pernyataannya pada Rabu (28/1), ISD menjelaskan bahwa proses radikalisasi remaja tersebut bermula pada awal 2023, ketika ia masih berusia 12 tahun. Paparan ideologi ekstremis ISIS terjadi melalui dunia daring.

“Remaja ini mulai terpapar setelah menonton video pejuang ISIS yang bertempur melawan tentara Amerika di Al-Fallujah, Irak. Ia memandang ISIS sebagai pembela warga sipil dari penindasan Amerika dan Irak,” ungkap ISD.

Seiring waktu, algoritma media sosial terus menyajikan konten serupa, hingga remaja tersebut menghabiskan sekitar sembilan jam setiap hari untuk mengonsumsi materi ekstremis di berbagai situs pro-ISIS. Dalam kurun waktu satu tahun, ia mengikrarkan sumpah setia kepada ISIS dan menganggap dirinya sebagai bagian dari kelompok teroris tersebut.

Untuk menunjukkan dukungannya, remaja itu memproduksi berbagai konten propaganda ISIS dengan memanfaatkan cuplikan dari gim daring seperti Roblox dan Gorebox. Konten yang dibuatnya antara lain rekonstruksi eksekusi ala ISIS, permainan peran sebagai pejuang ISIS yang membunuh “orang kafir”, hingga simulasi serangan terhadap pangkalan militer menggunakan bom mobil, penembak jitu, dan bom bunuh diri.

ISD juga mengungkap bahwa selain ISIS, pelaku turut mendukung organisasi teroris lain seperti Al-Qaeda. Ia diketahui mengidolakan tokoh-tokoh teroris, termasuk Osama bin Laden serta pelaku Bom Bali 2002, yakni Imam Samudra, Amrozi, dan Ali Gufron.

Menyadari usianya masih terlalu muda untuk terlibat langsung dalam konflik bersenjata, remaja tersebut melakukan latihan simulasi pertempuran jarak dekat di rumah selama berjam-jam setiap hari menggunakan senapan mainan AK-47. Ia juga secara aktif mengunggah setidaknya satu video propaganda pro-ISIS setiap hari untuk menggalang dukungan.

Pelaku bahkan merencanakan untuk pergi menimba ilmu militer ke Suriah, Afghanistan, Afrika, atau Irak dalam waktu sekitar 10 tahun ke depan. Setelah itu, ia mengaku berniat melakukan aksi terorisme di Bali.

Pada Februari 2024, remaja tersebut sempat menyusun draf rencana serangan terhadap sebuah klub malam di Bali dengan menggunakan peta lokasi yang diunduh secara daring. Namun demikian, ISD menegaskan bahwa rencana tersebut belum berkembang menjadi persiapan serangan yang konkret.

Leave a Comment

Related Post