Harakatuna.com. Padang — Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X bekerja sama dengan Densus 88 Antiteror Polri menggelar sosialisasi pencegahan terorisme di lingkungan perguruan tinggi swasta se-Sumatera Barat, Senin (26/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai III Kantor LLDIKTI Wilayah X, Padang, tersebut bertujuan memperkuat peran strategis perguruan tinggi sebagai garda terdepan dalam menangkal penyebaran paham radikal dan ekstremisme di kalangan sivitas akademika.
Direktur Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri yang diwakili Kepala Subdirektorat Kontra Radikal, Kombes Pol Joko Dwi Harsono, menegaskan bahwa kampus memiliki posisi krusial dalam membentuk pola pikir, karakter, dan nilai kebangsaan generasi muda.
“Upaya pencegahan terorisme tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi yang kuat antara aparat keamanan dan institusi pendidikan. Perguruan tinggi berperan sebagai benteng ideologis dalam menjaga nilai kebangsaan, toleransi, dan kebhinekaan,” ujar Kombes Pol Joko.
Berdasarkan pantauan wartawan Padang Ekspres, sosialisasi ini diikuti oleh pimpinan dan pengelola perguruan tinggi swasta dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Dalam pemaparannya, Kombes Pol Joko menjelaskan bahwa Densus 88 tidak hanya berfokus pada penegakan hukum terhadap pelaku terorisme, tetapi juga mengedepankan langkah-langkah pencegahan melalui edukasi, peningkatan literasi kebangsaan, serta penguatan jejaring kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dunia pendidikan tinggi.
Ia juga menekankan pentingnya melindungi lingkungan kampus dari infiltrasi paham intoleran, radikal, dan ekstrem. Menurutnya, perguruan tinggi harus menjadi ruang aman bagi pengembangan pemikiran kritis yang berlandaskan Pancasila dan semangat kebhinekaan.
“Mahasiswa perlu didorong tumbuh sebagai generasi yang moderat, terbuka, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat,” katanya.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah X menyampaikan apresiasi atas dukungan Densus 88 Antiteror Polri, khususnya Satgas Wilayah Sumatera Barat, dalam upaya pencegahan radikalisme di lingkungan kampus.
Ia menilai kolaborasi tersebut sangat strategis untuk menciptakan iklim akademik yang aman, kondusif, dan mendukung pengembangan ilmu pengetahuan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, pimpinan perguruan tinggi swasta diharapkan mampu memahami peran dan tanggung jawabnya, terutama dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi penyebaran paham radikal di lingkungan kampus.








Leave a Comment