Densus 88 Polri Edukasi Pelajar SMKN 1 Banjarbaru Cegah Radikalisme dan Terorisme

Ahmad Fairozi, M.Hum.

07/01/2026

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Banjarbaru – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggelar kegiatan Goes to School di SMK Negeri 1 Banjarbaru, Selasa (6/1/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 500 pelajar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda dalam mencegah penyebaran Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET).

Dalam kegiatan tersebut, Tim Densus 88 memberikan edukasi mengenai bahaya paham radikal serta cara mengenali dan menangkal pengaruh negatif yang berkembang, khususnya melalui media sosial.

Anggota Tim Densus 88 AT Polri, Iptu Arini Rizkiyanti, S.H., menjelaskan bahwa pola kejahatan terorisme saat ini telah mengalami pergeseran. Jika sebelumnya perekrutan dilakukan secara langsung, kini jaringan terorisme memanfaatkan media sosial untuk menyasar anak-anak dan remaja.

“Fenomena terorisme saat ini banyak memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan paham radikal, terutama kepada anak-anak. Hal ini membuat mereka rentan terpapar dan berpotensi menjadi korban jaringan terorisme,” ujar Iptu Arini.

Ia menambahkan, pelajar menjadi sasaran utama karena berada pada fase pencarian jati diri dan memiliki kondisi emosi yang masih labil.

“Anak-anak menjadi target utama karena sedang mencari jati diri, emosinya belum stabil, dan cenderung mudah terpengaruh oleh informasi yang mereka temui di media sosial,” tambahnya.

Sementara itu, Brigadir Eko Sutrisno, S.Sos., dalam kesempatan yang sama menyampaikan imbauan kepada para pelajar agar menjauhi paham radikalisme, kekerasan, serta selalu bersikap kritis terhadap informasi yang diterima.

Ia mengajak para siswa untuk memanfaatkan media sosial secara positif serta tidak mudah terprovokasi oleh ajakan atau konten yang mengarah pada kebencian dan kekerasan.

Selain penyampaian materi, kegiatan Goes to School ini juga dilengkapi dengan sesi kuisioner interaktif. Melalui kuisioner tersebut, para pelajar diberikan ruang untuk menyampaikan pemahaman dan pandangan mereka terkait materi yang disampaikan, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi tim Densus 88.

Diharapkan melalui kegiatan ini, pelajar memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bahaya radikalisme dan terorisme, serta mampu menjadi agen pencegahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Leave a Comment

Related Post