Menulis dengan Metode Writing Revolution, Memang Bisa?

Fathorrozi, M.Pd

03/01/2026

5
Min Read
Writing Resolution

On This Post

Harakatuna.com – Menulis, bagi sebagian besar orang masih dianggap sebagai sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Bukan karena tidak bisa menulis, tapi berbagai kendala yang dihadapi lebih pada tataran teknis. Dalam hal ini, mayoritas penulis pemula akan disibukkan dengan tata cara penulisan yang baik, bentuk tulisan yang disajikan, dan terkadang bingung pada berapa lembar tulisan yang mampu dihasilkan.

Anggapan bahwa menulis itu sulit hanya sebuah mindset yang harus diubah. Karena pada dasarnya menulis adalah sebuah keberanian. Bagi yang menganggap menulis itu mudah, mereka akan dengan leluasa mencetak blueprint pemikiran ke dalam sebuah tulisan. Menyusun tiap kata menjadi kalimat, dan merangkai kalimat-kalimat dalam sebuah paragraf. Menulis bukanlah sebuah bakat, akan tetapi sebuah kebiasaan yang harus terus ditingkatkan kapasitasnya.

Menulis tak jauh beda dengan menuturkan kata-kata sesuai dengan kaidah tata bahasa yang berlaku. Menulis hanya bentuk lain dari kata atau kalimat yang ingin kita sampaikan. Karena hasil pemikiran kita terserat, yang artinya peralihan dari bentuk lisan ke bentuk tulis. Pun orang lain tak perlu mendengar apa yang kita sampaikan, mereka hanya perlu membaca.

Bagi yang menganggap bahwa menulis artikel, menembus media, bahkan menulis sebuah buku terasa sulit, nampaknya Anda harus segera menyingkirkan pikiran semacam itu. Ada banyak rahasia dari menulis, apalagi bila Anda sudah memahami tips dan trik dalam menulis.

Realitanya, para penulis yang hebat tidak serta merta langsung sukses. Mereka pun mengawalinya dari hal-hal yang kecil. Menulis dengan media seadanya dan senantiasa menuangkan pikirannya dalam bentuk kata-kata yang tersusun. Tak dipungkiri pula bahwa kegagalan pernah menghalangi bahkan mematahkan semangat mereka. Namun, kembali lagi pada pribadi kita. Pilihannya hanya dua, menyerah atau tetap berusaha. Bagi mereka yang optimis, kegagalan yang ada akan menjadi semacam bahan bakar untuk terus belajar dan berusaha.

Penulis pemula perlu intens untuk senantiasa melatih jari-jari dalam menggoreskan pena atau menarikannya di atas tuts keyboard. Meski hanya menuangkan cerita sehari-hari, ide, opini, atau kritikan dalam beberapa kalimat. Lambat laun dari kebiasaan kecil ini, penulis akan menemukan ritme dalam menulis. Dan tak jarang akan menemukan teori menulis berdasarkan pengalaman pribadi.

Lebih lanjut, bagi yang telah terbiasa, tak akan butuh waktu lama untuk menghasilkan sebuah tulisan. Secara spontan, tangan ini akan segera menjadi media dalam menuangkan kegelisahan yang melintas di pikiran. Menulis ide-ide yang ada di benak atau pun menulis opini tentang isu-isu menarik yang sedang hangat dibicarakan.

Penulis buku Keajaiban Puasa Senin Kamis menuturkan taktis menulis hingga menembus media massa, sebuah impian bagi para penulis tentunya. Dia mengungkapkan bahwa menulis adalah taktis, menembus penerbitan adalah urusan gampang.

Lalu, bagaimana caranya? Selanjutnya dibeberkan rahasia sukses, yaitu Writing Revolution. Metode inilah yang digunakan, sehingga ia bisa menulis 30 judul buku sejak tahun 2007. Metode ini mengajarkan menulis dengan gaya bahasa sendiri, mengubah kalimat sederhana menjadi paragraf-paragraf yang menakjubkan dan menulis cepat tanpa stress.

Writing Revolution hadir untuk merevolusi paradigma menulis. Sebab banyak orang beranggapan menjadi penulis sulit dan membutuhkan waktu lama. Padahal, kemampuan menulis dapat dilatih dan dikembangkan. 

“Untuk itu, mari merajut kebersamaan dalam untaian kata. Semangat berkarya untuk membangun peradaban bangsa lebih maju. Bersama Writing Revolution kita ukir sejarah dengan karya,” katanya tegas, dikutip dari Sukses Menjadi Penulis, Bambang Suharjono (hlm. 48).

Menurutnya, ada beberapa teknik menulis cepat atau taktis menulis dengan metode Writing Revolution tersebut.

Pertama, pilihlah 4 buku best seller. Baca sinopsisnya, baca secara global bab-babnya, sub bab dan cara menghubungkan antara sub bab satu ke yang lainnya.

Kedua, munculkan satu ide. Tuangkan dalam secarik kertas atau buku khusus beberapa alternatif ide. Setelah mengetahui kemampuan Anda untuk menulis dari beberapa alternatif tadi, Anda pilih salah satu judul.

Ketiga, putarlah musik instrumental. Sarana ini diperlukan untuk mengatasi kejenuhan saat menulis, bisa menyegarkan pikiran Anda. Bisa untuk membantu mengatasi kebuntuan di saat tidak ada yang ditulis.

Keempat, mulailah untuk menulis secepatnya (bisa memilih waktu yang paling tepat, pagi, siang, sore atau malam). Waktu malam atau siang tergantung waktu luang yang dimiliki. Malam hari yang tenang dengan iringan musik instrumental atau musik-musik lembut akan menemani Anda menjadi tidak mudah capai dan tidak jenuh.

Kelima, gunakan timer (targetkan minimal 3 lembar dalam 1 jam). Abaikan tata bahasa yang salah ketik. Kalau dihiraukan setiap kesalahan bisa membuat tulisan tidak maju-maju. Jangan dibaca berulang-ulang. Hal ini juga akan menghambat ketika muncul ide-ide lagi. Baca secukupnya untuk mengingatkan alur tulisan agar tetap pada tema tulisan. Jangan membaca dan mencari-cari bahan ketika sedang menulis. Hal ini akan menghambat ketika buku yang kita cari tidak ketemu.

Keenam, tetaplah menulis meskipun Anda tidak tahu apa yang harus Anda tulis. Ketika tidak tahu apa yang harus ditulis, tetaplah menulis. Maksudnya Anda tetap di depan alat tulis membaca sekilas tulisan sebelumnya, setelah itu ide atau kalimat-kalimat akan muncul lagi atau tulis apa saja yang ada di benak.

Inilah sekelumit tulisan yang diharapkan mampu memotivasi kita untuk lebih semangat dan gigih dalam menuangkan ide-ide brilian dalam benak dengan cara menulis cepat tanpa rasa takut salah, Writing Revolution. Tulis terlebih dulu, dipikir kemudian. Jangan edit tulisan saat tengah menulis. Itu intinya.

Selamat mencoba dan melatih diri untuk menjadi penulis.

Leave a Comment

Related Post