Harakatuna.com – Tahun 10 Hijriah adalah tahun tahun terakhir Rasulullah melaksanakan ibadah haji. karena pada tahun tersebut, 3 bulan setelah Rasulullah melaksanakan ibadah haji, Rasulullah dipanggil keharibaan ilahi. Haji terakhir ini bisa dikatakan merupakan haji terbesar yang dilakukan Rasulullah bersama sahabat dan 114.000 umat Islam. Saat melaksanakan haji pada tahun 10 hijriah ini, Rasulullah memberikan khutbah terakhirnya yang isinya fenomenal dan relevan sepanjang masa. Dan berikut 12 poin penting khutbah haji terakhir Rasulullah.
Redaksi khutbah haji terakhir Rasulullah ini cukup panjang, penulis sajikan beberapa poin penting dari khutbah Nabi Muhammad tersebut.
Pertama, ajakan untuk senantiasa berlindung kepada Allah dari kejahatan, baik yang dilakukan diri sendiri maupun kejahatan lainnya.
Kedua, orang yang sudah diberi hidayah oleh Allah tiada yang bisa menyesatkannya dari jalan Allah. Dan pemahaman yang harus dipegang bersama adalah hidayah itu hak prerogatif Allah.
Ketiga, haram bagi umat Islam untuk membunuh, mengambil harta benda orang lain dan merusak kehormatan orang lain.
Keempat, perintah agama Islam untuk melaksanakan amanah yang ada di tangannya dan larangan untuk mengkhianati amanah.
فَمَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ أَمَانةٌ فليؤُدِّها إلى مَنْ ائْتمَنَهُ عَلَيها
Artinya: “Barang siapa di pundaknya ada amanah, maka harus disampaikan”
Kelima, Didalam Islam tidak ada dosa turunan dan dosa tidak bisa dilemparkan ke pundak orang lain. Barangsiapa yang berbuat kejahatan maka ia sendiri yang akan menanggung akibatnya. Anak, istri dan keluarga serta saudara tidak bertanggung jawab atas dosa yang dilakukan seorang ayah dan leluhurnya.
Keenam, setan itu selalu mengajak kepada keburukan, maka siasat untuk mengalahkannya adalah selalu berpegang satu prinsip yaitu yang haram adalah haram dan yang halal adalah halal, jangan mencampuradukannya.
Ketujuh, ingatlah selalu bahwa waktu itu selalu berputar, dalam waktu yang berputar tersebut ada waktu-waktu yang dimuliakan oleh Allah.
Kedelapan, Anjuran untuk menghormati dan menjaga hak-hak perempuan serta memuliakan perempuan.
Kesembilan, Rasulullah selalu mengingatkan bahwa sesama muslim itu bersaudara, maka janganlah menzalimi sesama muslim dan terhadap diri sendiri.
Kesepuluh, ada dua hal yang ditinggalkan Rasulullah, apabila umat Islam berpegang padanya maka tiada pernah tersesat, yaitu Kitabullah dan Sunah Rasulullah.
Kesebelas, ajakan untuk mengesakan Allah dan memberikan kesaksian bahwa Allah itu satu
Kedua belas, perlu dipegang bersama bahwa bapak manusia itu satu, yaitu Nabi Adam AS. Dan Nabi Adam itu diciptakan dari tanah. Sungguh orang Arab itu tidak lebih mulia dari orang non Arab, tidak ada manusia yang lebih mulia dari manusia lainnya kecuali karena ketakwaannya.
Demikianlah beberapa poin penting dari khutbah haji terakhir Rasulullah.








Leave a Comment